Jumat, 18 September 2020

Dinding yakjuj makjuj dibumi datar


Yakjuj makjuj ialah mahluk yang akan keluar diahir zaman selepas matinya dajjal, dajal mati dibunuh nabi isa AS, menurut riwayat jumlah hitungan yakjuj makjuj ialah sembilan ratus sembilan puluh sembilan banding satu dari manusia, kalau manusia 1 yakjuj makjuj 999, dan mereka mahluk nyata masih keturunan nabi Adam AS,

"إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا آدَمُ. فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ. فَيَقُولُ: ابْعَثْ بَعْثَ النَّارِ. فَيَقُولُ: وَمَا بَعْثُ النَّارِ؟ فَيَقُولُ: مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعُمِائَةٌ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ إِلَى النَّارِ، وَوَاحِدٌ إِلَى الْجَنَّةِ؟ فَحِينَئِذٍ يَشِيبُ الصَّغِيرُ، وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا، فَيُقَالُ: إِنَّ فِيكُمْ أُمَّتَيْنِ، مَا كَانَتَا فِي شَيْءٍ إِلَّا كَثَّرَتَاهُ: يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ"

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, "Hai Adam!". Adam menjawab, "Labbaika wasa'daika.-Allah berfirman, "Kirimkanlah rombongan ke neraka!" Adam bertanya, "Berapa orangkah yang dikirimkan ke neraka?-Allah Swt. berfirman, "Dari setiap seribu orang yang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya ke neraka, sedangkan yang seorang dikirimkan ke surga.- Maka pada saat itulah anak kecil beruban (karena susah dan tekanan hari itu), dan setiap wanita yang mengandung mendadak melahirkan kandungannya (karena terkejut dengan peristiwa hari kiamat). Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya di antara kalian terdapat dua umat, tidak sekali-kali mereka berada pada sesuatu, melainkan menjadikannya golongan mayoritas, yaitu Ya-juj dan Ma-juj.-

dengan jumlah yang sebegitu banyak mustahil mereka dapat tertampung di ukuran bumi bola, kalau dibumi datar mereka bisa tertampung karena luas bumi datar berkali-kali lipat dari bumi bola, diduga mereka tinggal diseberang antartika dibalik kubah bumi, mereka tidak dapat menyebrang ke negeri manusia karena lubang keluar masuknya telah di tutup oleh raja zulkarnain.

Menurut keterangan antartika merupakan dataran yang tinggi, pegunungan disana katanya lebih tinggi dari pegunungan himalaya, dan yakjuj makjuj akan datang dari tempat yang tinggi.

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (Al-Anbiya: 96)

Para ahli tafsir mengatakan yakjuj makjuj berada di wilayah asia, kami para flater tidak menyalahkan pendapat mereka, sebab diasia tengah banyak sekali dataran tinggi, tepatnya keberadaan yakjuj makjuj hanya Allah yang tahu.

Ujung bumi





Sering sekali ditanyakan kalau buminya datar pasti ada ujungnya? Bumi memang ada ujungnya yaitu neraka, dan ditepi bumi ada jambatan yaitu jambatan sirotol mustaqim jembatan itu membentang dari bumi ke surga dibawahnya neraka, kelak para manusia setelah dibangkitkan dari kubur-kubur mereka, mereka akan dikumpulkan dipadang mahsyar yaitu bumi yang datar yang rata karena gunung-gunung sudah dihancurkan ketika kiamat, setelah proses perhitungan amal, penimbangan amal,pemberian buku catatan amal, mereka para manusia akan digiring ke tepi bumi, kalau mereka ingin selamat tidak jatuh keneraka mereka mesti melewati jambatan, bila mampu melewati jambatan, mereka akan menemui telaga nabi Muhammad SAW dan meminum airnya, dan menuju gerbang surga. Bumi akan diganti ketika manusia berada dijambatan sirot,
Neraka sekarang sudah ada karena ada hadits

سَمِعْنَا وَجْبَةً فَقُلْنَا مَا هَذِهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "هَذَا حَجَرٌ أُلْقِيَ بِهِ مِنْ شَفِيرِ جَهَنَّمَ مُنْذُ سَبْعِينَ سَنَةً الْآنَ وَصَلَ إِلَى قَعْرِهَا"

Kami pernah mendengar suatu suara gemuruh, lalu kami bertanya, "Suara apakah itu?" Maka Rasulullah Saw. menjawab, "Itu adalah suara batu yang dilemparkan dari pinggir neraka Jahannam sejak tujuh puluh tahun yang silam, dan sekarang baru sampai ke dasarnya."

Bumi begitu luas untuk mengetahui ujungnya kita sebagai manusia biasa tidak mampu mendatanginya, yang bisa dilakukan hanyalah mencari pemberitahuan dari penciptanya melalui kitab suci dan rosulnya.

Bisa jadi ayat dibawah ini memberitahukan bahwa bumi itu ada tepinya walau para ahli tafsir mengatakan bumi yang dimaksud adalah daerah-daerah kekuasaan orang kafir atau orang musyrik, mereka juga dalam ini beda pendapat tentang pengurangan-pengurangan tepinya. Hanya Allah yang tahu akan maksudnya.

Q.S 13:41

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ وَاللّٰهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖۗ وَهُوَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu Kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya.

بَلْ مَتَّعْنَا هَؤُلَاء وَآبَاءهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ

الأنبياء  44

بَلْ مَتَّعْنَا هٰٓؤُلَاۤءِ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۗ اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ

Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?

Secara taks seperti ini, terjemahnya

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ وَاللّٰهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖۗ وَهُوَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi bumi, lalu Kami kurangi (bumi) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya.

Berikut postingan fb 

Ian Jagad Atmadja ▶

Digrup ‎BUMI DATAR ATAU BULAT

~Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya di balik gunung Qof terdapat sebidang tanah putih yang tiada tumbuhannya. Luas tanah itu seperti luas dunia tujuh kali, disitu penuh sesak dengan malaikat. Sehingga andaikata sebuah jarum dijatuhkan dari atas niscaya terjatuh diatas salah satu dari mereka.

Tiap-tiap tangan mereka memegang bendera yang panjangnya empat puluh farsakh. Tiap bendera tulisannya “Laailaahaillallaah-Muhamammadur Rasulullah”. Tiap-tiap malam jum’ah, mereka berkumpul dikeliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan buat umat Muhammad SAW.

Jika fajar subuh sudah terbit, mereka berdo’a : Ya Allah, ampunilah orang yang mandi hari Jum’ah dan yang datang menghadiri Jum’ah. 

Mereka berdo’a dengan suara tangis dan keras.

Lalu Allah berfirman : Hai Malaikatku! Apa yang kalian kehendaki ?

Mereka menjawab : Kami berkehendak, engkau mau mengampuni dosa umat Muhammad SAW. 

Aku telah mengampuni mereka, jawab Allah SWT.

Bukit Qaf yang dicipta oleh Allah dari jamrud yang hijau (sehingga warnanya berpengaruh terhadap warna biru langit dunia yang sering dan selalu kita saksikan) adalah bukit yang mengelilingi ke segenap penjuru pada urat bumi agar bumi tidak bergerak bergoncang dan ia dijaga oleh satu malaikat yang besar, kekar dan kuat.

Pada suatu hari Saidina Iskandar Zul-Qarnain naik ke atas bukit Qaf dan bertanya: “Hai Jabal Qaaf, di bawahmu ada sejumlah bukit-bukit kecil, coba ceritakan kepadaku kekuasaan Allah yang demikian itu”, jawab bukit Qaaf: “Di balik saya ada bumi yang berjarak 500 tahun perjalanan ditambah pula oleh Allah yang memiliki kekuasaan yang sangat besar yakni 500 buah bukit yang dijadikan dari air yang dibekukan, bukan es atau salju. Dengan air yang dibekukan dimaksudkan sebagai daya tahan terhadap lapisan-lapisan bumi agar tidak habis hancur terbakar oleh kedahsyatan ganasnya api neraka yang ada di bawah lapisan bumi yang terbawah”.

“Dan dipancangkan-Nya di bumi itu gunung menjadi pasaknya agar kamu tidak berguncang” (Luqman: 10). 

“Dan bersegeralah untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu serta mendapatkan surga seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (Ali Imran: 133).

Seluas langit dan bumi memberikan arti dua kali lipat. Langit berpasangan dengan bumi, matahari dengan bulan, siang dengan malam.

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan” (Yasin: 36).

Kita dipastikan mengerti maksud berpasangan itu bagaimana. Tentunya luas,panjang, lebar dan besarnya adalah sama.

Kalau tidak sama, orang jawa menyebutnya “Gitang” (pincang). 

“Sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula”(al-Thalaq: 12).

Sewaktu Saidina Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi Saw.:

“Dengan apa bumi ini bisa tenang?”, jawab Nabi Saw.: “Dengan beberapa gunung“, 

pertanyaan berikutnya: 

“Dengan apa gunung-gunung itu dikokohkan?”, 

jawab Nabi Saw.: “Dengan gunung Qaf yang dibuat dari zamrud hijau dan birunya langit“, setelah itu ditanya lagi: “Berapa jarak tingginya dari bumi ke langit dunia?”,

jawab Nabi Saw.: “500 tahun perjalanan“. 

Pertanyaan selanjutnya tentang jarak antara perjalanan kiri dan kanannya (utara-selatan)dari titik tengah?

jawab Nabi Saw.: “200 tahun perjalanan” dan ketika ditanyakan tentang penghuni bumi yang berlapis tujuh itu. Nabi Saw. menyebutkan: “Penghuni lapisan ketujuh adalah para malaikat,

penghuni lapisan keenam adalah Iblis beserta bala tentaranya, 

penghuni lapisan kelima adalah setan,

penghuni lapisan keempat adalah ular,

penghuni lapisan ketiga adalah kalajengking, 

penghuni lapisan kedua adalah jin,

dan penghuni lapisan pertama adalah manusia“. 

Allah berfirman: “Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang mendampingi” (al-Ra’d: 4).

Senin, 20 Mei 2019

Sunset

Matahari dibumi datar selalu diatas tapi serin kita lihat di pantai atau lainnya ada cahaya matahari yang menyinari bagian bawah awan, hal itu terjadi karena cahaya matahari memantul dari laut ke awan
Mungkin seperti ini ilustrasinya




Laut, danau atau lainnya bisa memantulkan cahaya matahari,



Minggu, 03 Februari 2019

Bumi datar dalam Alquran


Alquran kitab suci umat islam tulisannya dalam bahasa arab, bumi datar itu dalam bahasa arabnya ialah " الأرض المسطحة" bila kita tulis digoogle dengan kata arab seperti itu maka akan muncul gambar-gambar bumi datar

DiAlquran ada sebelas kata tentang bumi dihamparkan diantaranya adalah
1. Albaqoroh 22
2. Arra'd 03
3. Alhijr 19
4. Thoha 53
5. Qaf 07
6. Addzariyat 48
7. Nuh 19
8. Annaba 06
9. An naziat 30
10. Alghosyiyah 20
11. As syamsa

Kata Almusatthahat (المسطحة) berasal dari kata sathaha ( سطح) yang artinya
 سَطَحَ : يَسْطحُ : يَسْطحُ
1. mendatarkan, meratakan;
2. meregangkan, mengulur.


Disurat Alghosyiyah ayat 20 ada kata suthihat (سُطِحَت), sutihat ialah fi'il madli majhul domir hiya (فعل ماضى مجهول) yang berasal dari kata sathaha (سطح).
Adapun terjemahnya yang berarti hamparan itu diambil dari tafsiran kata suthihat itu, ditafsir jalalain sutihat ditafsiri dengan kata busithat ( بسطت )
وَإِلَى الْأَرْض كَيْف سُطِحَتْ " أَيْ بُسِطَتْ
Begitu pula di tafsir qurtubi 
 «وإلى الأرض كيف سطحت» أي بسطت ومدت.
Sama juga di tafsir ibnu katsir
« وإلى الأرض كيف سطحت » أي كيف بسطت ومدت ومهدت 
Tidak ada istilahnya bola itu dihamparkan walau segede apapun kecuali bola itu dikempesin terlebih dahulu atau bola itu ada banyak.

Dalam bahasa indonesia ada yang namanya dataran tinggi dan dataran rendah tapi tidak ada istilah bulatan tinggi dan bulatan rendah.

Orang sering beranggapan bahwa bumi itu bulat dan seolah-olah terhampar keadaan ukuran manusia yang lebih kecil dari bumi membuat manusia melihat bumi itu terlihat terhampar sebagaimana kuman atau baktri yang berada dibola basket maka bola basket akan terlihat terhampar bagi kuman, namun anggapan itu salah, karena dalam alquran dinyatakan bumi itu hamparan bukan terlihat terhampar sedangkan yang mengatakan hamparan dan menghamparkannya itu ialah bukan manusia tapi tuhan. 
Mereka juga beranggapan karpet dihamparkan dibidang bulat maka karpet itu akan terlihat bulat, tapi anggapan itu pun salah, karena hal itu bukan disebut dihamparkan tetepi dibungkuskan, bila karpet nya pun lebih kecil dari bidang bola maka tidak akan terlihat bulat.

Dalam Alquran bumi sering disebutkan dengan istilah luas bukan besar itu mengisyarahkan bahwa bumi itu bukanlah sebuah bola


Rabu, 09 Januari 2019

Kubah langit

Dalam teori bumi datar dikenal juga istilah kubah, sebagian para penganut bumi datar percaya bahwa langit itu seperti kubah, sebagian yang lain mengatakan langit itu datar sama halnya dengan bumi, mereka sepakat langit itu ada 7 lapis,
Dalil langit itu bukan berbentuk kubah
Langit akan digulung/ lipat menandakan langit itu hamparan sebagaimana bumi
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ
pada hari Kami gulung langit laksana menggulung lembaran-lembaran kertas. (Al-Anbiya: 104)
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالأرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-NyaMahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (Az-Zumar: 67)

Adapun arasy bentuknya seperti kubah

Semetara yang berpendapat langit itu bagaikan kubah, karena sering disebutkan langit dalam alquran dengan istilah bina بناء
Seperti dalam ayat- ayat berikut ini
 الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (22)
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui.
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ قَرَارًا- وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kalian, lalu membaguskan rupa kalian serta memberi kalian rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kalian, Maha-agung Allah, Tuhan semesta alam. (Al-Mu-min: 64)
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Adz-Dzariyat: 47)
Dan Allah Swt. berfirman:
وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا
dan langit serta pembinaannya. (Asy-Syams: 5)
Dan firman Allah Swt. yang mengatakan:
أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikan dan menghiasinya, dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? (Qaf: 6)
Al-bina artinya pilar kubah, seperti pengertian yang terdapat di dalam sabda Rasulullah Saw. yang mengatakan:
"بُنِي الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ"
Islam dibangun di atas lima pilar.
Maksudnya, lima buah pilar penyangga. Hal ini tiada lain menurut kebiasaan orang-orang Arab disebutkan untuk bangunan kemah.

Berikut gambar-gambar tentang kubah














Ada keterangan bahwa ujung kubah itu menyatu

Pertengahan semua itu



Selasa, 08 Januari 2019

Bumi bulat dan alquran


Dalil-dalil Alquran yang diduga mendukung teori bumi bola diantarannya ialah:
A. I. Bumi berbentuk bulat,

خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى أَلا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (5)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktuyang ditentukan. Ingatlah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.  Qs Azzumar :5
Mereka para penganut bumi bola menganggap ayat tersebut sebagai dalil bumi itu bulat

, يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ
Dia menutupkan malam atas siang dan 
menutupkan siang atas malam.
padahal ayat tersebut tentang pergantian siang dan malam. Berikut ini tafsir dari ayat tersebut
.
ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ‏( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ‏)
ﻳُﺨْﺒِﺮ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻖ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﺷْﻴَﺎﺀ ﻭَﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻣَﺎﻟِﻚ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚ ﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺮِّﻑ ﻓِﻴﻪِ ﻳُﻘَﻠِّﺐ ﻟَﻴْﻠﻪ ﻭَﻧَﻬَﺎﺭﻩ " ﻳُﻜَﻮِّﺭ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻭَﻳُﻜَﻮِّﺭ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ " ﺃَﻱْ ﺳَﺨَّﺮَﻫُﻤَﺎ ﻳَﺠْﺮِﻳَﺎﻥِ ﻣُﺘَﻌَﺎﻗِﺒَﻴْﻦِ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﺘُﺮَﺍﻥِ ﻛُﻞّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻳَﻄْﻠُﺐ ﺍﻟْﺂﺧَﺮ ﻃَﻠَﺒًﺎ ﺣَﺜِﻴﺜًﺎ ﻛَﻘَﻮْﻟِﻪِ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ " ﻳُﻐْﺸِﻲ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻳَﻄْﻠُﺒﻪُ ﺣَﺜِﻴﺜًﺎ "

Allah Swt. memberitahukan bahwa Dialah Yang menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya. Dan bahwa Dia adalah Raja Yang mengaturnya, Dia jadikan malam dan siang hari silih berganti.

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ

Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam. (Az-Zumar: 5)

Yakni Allah-lah Yang menundukkan malam dan siang hari hingga keduanya berputar silih berganti tiada henti-hentinya, masing-masing dari keduanya mengejar yang lain dengan cepat. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا
Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Al-A'raf: 54)

Demikianlah menurut pengertian yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas r.a. Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya.
ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﺠﻼﻟﻴﻦ ‏( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ‏)
" ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ " ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻖ ﺑﺨَﻠَﻖَ "ﻳُﻜَﻮِّﺭ" ﻳُﺪْﺧِﻞ "ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ" ﻓَﻴَﺰِﻳﺪ " ﻭَﻳُﻜَﻮِّﺭ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ " ﻳُﺪْﺧِﻠﻪُ "ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ " ﻓَﻴَﺰِﻳﺪ "ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮ ﻛُﻞّ ﻳَﺠْﺮِﻱ " ﻓِﻲ ﻓُﻠْﻜﻪ "ﻟِﺄَﺟَﻞٍ ﻣُﺴَﻤَّﻰ " ﻟِﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ

(Dia menciptakan langit dan bumi dengan -tujuan- yang benar) lafal Bilhaqqi berta'alluq kepada lafal Khalaqa (Dia menutupkan) yakni memasukkan (malam atas siang) sehingga waktu malam bertambah. (dan menutupkan siang) memasukkannya (atas malam) sehingga waktu siang bertambah (dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan) pada garis edarnya (hingga waktu yang ditentukan) yakni hari kiamat. (Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa) Yang Maha Menang atas semua perkara-Nya dan Yang Maha Membalas terhadap musuh-musuh-Nya (lagi Maha Pengampun) kepada kekasih-kekasih-Nya.
(ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ‏( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ‏
ﺃَﻱْ ﻳُﻠْﻘِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ . ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﺍﻟﺘَّﻜْﻮِﻳﺮ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠُّﻐَﺔ , ﻭَﻫُﻮَ ﻃَﺮْﺡ ﺍﻟﺸَّﻲْﺀ ﺑَﻌْﻀﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌْﺾ ; ﻳُﻘَﺎل ﻛَﻮَّﺭَ ﺍﻟْﻤَﺘَﺎﻉ ﺃَﻱْ ﺃَﻟْﻘَﻰ ﺑَﻌْﻀﻪ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌْﺾ ; ﻭَﻣِﻨْﻪُ ﻛَﻮْﺭ ﺍﻟْﻌِﻤَﺎﻣَﺔ . ﻭَﻗَﺪْ ﺭُﻭِﻱَ ﻋَﻦْ ﺍِﺑْﻦ ﻋَﺒَّﺎﺱ ﻫَﺬَﺍ ﻓِﻲ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﺍﻟْﺂﻳَﺔ . ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻧَﻘَﺺَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﺩَﺧَﻞَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻘَﺺَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﺩَﺧَﻞَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ . ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﻗَﻮْﻟِﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : " ﻳُﻮﻟِﺞ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻭَﻳُﻮﻟِﺞ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ
ﻓِﻲ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ " ‏[ ﻓَﺎﻃِﺮ : 13 ‏] ﻭَﻗِﻴﻞَ : ﺗَﻜْﻮِﻳﺮ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﺗَﻐْﺸِﻴَﺘﻪ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺬْﻫَﺐ ﺿَﻮْﺀُﻩُ , ﻭَﻳُﻐْﺸِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻓَﻴُﺬْﻫِﺐ ﻇُﻠْﻤَﺘَﻪُ , ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻗَﻮْﻝ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓ .
(ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﺴﻌﺪﻱ ‏( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ‏
ﻳﺠﻲﺀ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ﻭﻳﺬﻫﺐ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ , ﻭﻳﺠﻲﺀ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻳﺬﻫﺐ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ , ﻭﺫﻟﻞ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﺑﺎﻧﺘﻈﺎﻡ ﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ
ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻄﺒﺮﻱ ‏( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ) ‏ ﻳُﻐَﺸِّﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ , ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ , ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ } ﻳُﻮﻟِﺞ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻭَﻳُﻮﻟِﺞ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ { 22 61 ﻭَﺑِﻨَﺤْﻮِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻗُﻠْﻨَﺎ
ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻫْﻞ ﺍﻟﺘَّﺄْﻭِﻳﻞ : ﺫِﻛْﺮ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺫَﻟِﻚَ : -23125
ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﻠِﻲّ , ﻗَﺎﻝَ : ﺛﻨﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺻَﺎﻟِﺢ .... ﻳَﻘُﻮﻝ : ﻳَﺤْﻤِﻞ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭ . 23128 -ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ , ﻗَﺎﻝَ : ﺛﻨﺎ ﺃَﺣْﻤَﺪ .... ﻗَﺎﻝَ: ﻳَﺠِﻲﺀ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻳَﺬْﻫَﺐ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ , ﻭَﻳَﺠِﻲﺀ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ , ﻭَﻳَﺬْﻫَﺐ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ
Tidak ada dari tafsir-tafsir tersebut yang mengatakan bumi itu bulat bola


A. II. QS. An-Naziat 30

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (QS. An-Naziat 30)

Salah satu arti Dahaha adalah dihamparkan. Dan kata Dahaha juga merupakan turunan dari kata bahasa Arab Duya yang artinya, "Telur." Kita mengetahui bahwa bentuk bumi tidak sepenuhnya buat seperti bola. Bentuknya hampir seperti telur, yaitu agak lonjong dan bagian tengahnya agak membesar.

Kata bahasa Arab Duya bukan bermakna telur pada umumnya, tetapi maknanya lebih spesifik yaitu telur burung unta. Jika Kita perhatikan telur burung unta bentuknya hampir menyerupai bola.

Uraian di atas adalah penafsiran dari seorang Ustadz DR. Zakir Naik, sebenarnya penafsiran Beliau ini bersendirian, tidak ada Ulama yang menafsirkan seperti apa yang Beliau Paparkan.
bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (dahaha).
Kata Arab “Dahaha” berasal dari kata kerja “daha” yang diturunkan dari kata kerja “dahu” yang dapat berarti membentangkan, mendorong,  melemparkan, menggerakkan.

Pendapat Cendekiawan Arab soal Bentuk Bumi

Lain halnya dengan video yang kami temukan dari Abu Ismael Channel di youtube. Channel itu mengumpulkan banyak pendapat ulama arab saudi yang penjelasannya juga se kredibel seorang Dr Zakir Naik

Berikut ini rangkuman penjelasannya



Dalam video itu dijelaskan bahwa kata “Dahaha“(دَحَىٰهَآ) tidak berarti membuat sesuatu yang berbentuk telur burung unta. Dalam teks-teks klasik islam tidak pernah ada yang mendukung definisi itu. Jika ingin menuliskan kata bahwa bumi berbentuk telur burung unta, maka cara menulisnya akan seperti ini.
الارض كالادحي


“Bumi seperti telur burung unta”

“Dahaa” dalam bahasa Arab klasik berarti “Menghamparkan” atau “Meluaskan”. Itulah artinya secara umum. Cara untuk memahami bahasa Arab dengan baik adalah dengan cara memahami bagaimana orang Arab kuno menggunakan kata itu. Orang arab kuno menggunakan kata “Dahaa” untuk menjelaskan tindakan seekor burung unta dalam mempersiapkan sarangnya di tanah.

Habitat tinggal burung unta tanahnya sangat keras. Maka burung unta perlu mempersiapkan sarang dengan cara melembutkan tanah itu dengan paruh dan kakinya sebelum telur di letakan. Allah menggunakan kata “Dahaa” untuk menjelaskan persiapan Nya dalam menciptakan bumi untuk umat manusia dan makhluk hidup lainnya.

Tafsir Jalalain (QS. An-Naziat 30) :

" وَالْأَرْض بَعْد ذَلِكَ دَحَاهَا " بَسَطَهَا وَكَانَتْ مَخْلُوقَة قَبْل السَّمَاء مِنْ غَيْر دَحْو 

(Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya) yakni dijadikan-Nya dalam bentuk terhampar, sebenarnya penciptaan bumi itu sebelum penciptaan langit, tetapi masih belum terhamparkan.

Tafsir ibnu katsir
 « والأرض بعد ذلك دحاها » فسره بقوله تعالى « أخرج منها ماءها ومرعاها » وقد تقدم في سورة حم السجدة أن الأرض خلقت قبل خلق السماء ولكن إنما دحيت بعد خلق السماء بمعنى أنه أخرج ما كان فيها بالقوة إلى الفعل وهذا معنى قول ابن عباس وغير واحد واختاره ابن جرير وقال ابن أبي حاتم حدثنا أبي حدثنا عبد الله بن جعفر الرقي حدثنا عبيد الله يعني ابن عمرو عن زيد بن أبي أنيسة عن المنهال بن عمرو عن سعيد بن جبير عن ابن عباس « دحاها » ودحيها أن أخرج منها الماء والمرعى وشقق فيها الأنهار وجعل فيها الجبال والرمال والسبل والآكام فذلك قوله « والأرض بعد ذلك دحاها » 


وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30)
yang hal ini diperjelas oleh firman berikutnya:
أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا
Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (An-Nazi'at: 31).
Dalam tafsir surat Ha Mim Sajdah telah diterangkan bahwa bumi diciptakan sebelum penciptaan langit, tetapi bumi baru dihamparkan sesudah langit diciptakan. Dengan kata lain, Allah Swt. baru mengeluarkan semua yang terkandung di dalam bumi dengan kekuasaan-Nya ke Alam wujud (setelah langit diciptakan). Demikianlah makna ucapan Ibnu Abbas dan yang lainnya yang bukan hanya seorang, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayakku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja'far Ar-Ruqqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah (yakni Ibnu Umar), dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Al-Minhal ibnu Amr dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna dahhaha, bahwa makna yang dimaksud ialah mengeluarkan mata airnya dan tetumbuhannya serta membelahjalan-jalan sungai-sungainya dan menjadikan padanya gunung-gunung, padang pasir, jalan-jalan, dan dataran-dataran tingginya. Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30). Hal ini telah dijelaskan keterangannya sebelumnya.


B. Bumi berotasi dan berevolusi
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ (88)

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka semua tetap di tempatnya, padahal semuanya berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. An naml 88

Meraka menganggap ayat tersebut dalil bumi itu berotasi, padahal ayat tersebut menceritakan peristiwa kiamat, ayat tersebut masih ada hubungannya dengan ayat yang sebelum dan yang sesudahnya,

An-Naml, ayat 87-90

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ (87) وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ (88) مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ (89) وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (90)

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah, Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka semua tetap di tempatnya, padahal semuanya berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik darinya, sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.

 لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (40)
. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Masing-masing beredar pada garis edarnya, mereka menganggap bumi juga ikut beredar padahal pembahasan tentang bumi sudah dibahas diayat 33 surat yasin dan sudah tidak ada hubungannya dengan ayat 40, bila dilihat ditafsir pun yang ikut beredar dengan matahari dan bulan ialah bintang-bintang

"لَا الشَّمْس يَنْبَغِي)" يَسْهُل وَيَصِحّ ("لَهَا أَنْ تُدْرِك الْقَمَر)" فَتَجْتَمِع مَعَهُ فِي اللَّيْل "(وَلَا اللَّيْل سَابِق النَّهَار)" فَلَا يَأْتِي قَبْل انْقِضَائِهِ "(وَكُلّ)" تَنْوِينه عِوَض عَنْ الْمُضَاف إلَيْهِ مِنْ الشَّمْس وَالْقَمَر وَالنُّجُوم "(فِي فَلَك)" مُسْتَدِير "(يَسْبَحُونَ)" يَسِيرُونَ نَزَلُوا مَنْزِلَة الْعُقَلَاء 
(Tafsir jalalain)


Ditafsir yang lain
Ditafsir yang lain yang beredar adalah matahari, bulan, siang dan malam.
Bila matahari, bulan beredar, siang, malam beredar berarti buminya diam, 

Bila melihat ilustrasi siang dan malam pada video bumi datar siang malam yang berputar bumi diam itu sangat cocok, kemungkinannya kenapa menyebutkan siang dan malam, tidak menyebutkan matahari dan bulan saja yang beredar,  
Karena penyebab siang adanya matahari, dan penyebab malam bukan karena adanya bulan, malam tetap ada walau bulan tidak terlihat, seperti di tanggal 28-29 bulan hijriyah.dan itu untuk menghilangkan anggapan orang yang berkata bahwa malam mesti ada bulan.

Di ayat yang lain

وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالْنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Q.S 16:12
Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang (ditundukkan untukmu) dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti,



C. Big bang. Ledakan besar

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (30)
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman. Al anbiya 30.

Tafsir ibnu katsir

أي الجاحدون لإلهيته العابدون معه غيره ألم يعلموا أن الله هو المستقل بالخلق المستبد بالتدبير فكيف يليق أن يعبد معه غيره أو يشرك به ما سواه ألم يروا أن السموات والأرض كانتا رتقا أي كان الجميع متصلا بعضه ببعض متلاصق متراكم بعضه فوق بعض في إبتداء الأمر ففتق هذه من هذه فجعل السموات سبعا والأرض سبعا وفصل بين السماء الدنيا والأرض بالهواء فأمطرت السماء وأنبتت الأرض ولهذا قال

Yakni orang-orang yang mengingkari ketuhanan-Nya lagi menyembah yang lain bersama Dia. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah, Dialah Yang Maha Menyendiri dalam menciptakan makhluk-Nya, lagi Mahakuasa dalam mengatur makhluk-Nya. Maka apakah pantas bila Dia disembah bersama dengan yang selain-Nya, atau mempersekutukan-Nya dengan yang lain? Tidakkah mereka perhatikan bahwa langit dan bumi itu pada asalnya menyatu. Dengan kata lain, satu sama lainnya menyatu dan bertumpuk-tumpuk pada mulanya. Lalu keduanya dipisahkan dari yang lain, maka langit dijadikan-Nya tujuh lapis, bumi dijadikan-Nya tujuh lapis pula. Dia memisahkan antara langit yang terdekat dan bumi dengan udara, sehingga langit dapat menurunkan hujannya dan dapat membuat tanah (bumi) menjadi subur karenanya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Mereka mencocokan teori bigbang dengan ayat tersebut, tapi tidak akan cocok, teori bigbang dan heliosentrik menganggap bumi bagaikan debu diangkasa, tercipta atas ketidak sengajaan tanpa campur tangan tuhan, sedangakan di alquran bumi sering sekali bersandingan dengan langit, karena merupakan pasangan, diayat yang lain langit dan bumi diciptakan dalam enam masa, dan itu sudah selesai, langit menurut quran merupakan atap bagi bumi, bumi bukan benda langit. sedangkan langit menurut sains modern ialah ruang hampa yang tidak ada batasnya dan bumi pun termasuk benda langit. Teori bigbang cendrung menjelaskan bahwa bumi, bulan, matahari dan pelanet-pelanet adalah tadinya satu terus meledak jadilah banyak, tanpa menyebut langit. 

Big bang itu teorinya seperti berikut ini:
Teori Big Bang atau ledakan besar
adalah teori terbentuknya alam semesta yang paling terkenal dan paling masuk akal. Teori ini menyatakan bahwa alam
semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian meledak dan mengembang sekitar 13.700 juta tahun yang lalu. Big Bang adalah teori yang paling banyak didukung oleh sederetan bukti ilmiah sehingga dapat diterima oleh semua
kalangan baik para ilmuwan maupun orang awam. Uniknya, teori ini juga dapat menentukan akhir dari alam semesta.Teori Big Bang pertama kali ditemukan oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog asal Belgia pada tahun 1920- an. Menurutnya, alam semesta ini mulanya berasal dari gumpalan superatom yang berbentuk bola api kecil dengan ukuran sangat kecil. Gumpalan itu semakin lama semakin memadat dan memanas, kemudian meledak dan memuntahkan seluruh isi dari alam semesta. Big Bang melepaskan sejumlah besar energi di alam semesta yang kemudian
membentuk seluruh materi alam
semesta dan kemudian berkembang
hingga menjadi bentuk yang sekarang ini dan akan terus berkembang. Atom hidrogen terbentuk bersamaan saat energi dari Big Bang meluas keluar.
Atom hidrogen tersebut terus
bertambah banyak dan berkumpul
membentuk debu dan awan hidrogen atau biasa disebut nebula. Awan hidrogen tersebut bertambah padat dan memanas hinga temperatur jutaan derajat celcius. Awan hidrogen ini menjadi bahan pembentuk bintang-bintang di alam semesta. Setelah terbentuk banyak bintang, bintang tersebut berkumpul membentuk kelompok yang kemudian disebut galaksi. Dari galaksi, lahirlah milyaran
tata surya. Salah satunya adalah yang kita tinggali sekarang ini.
Teori Big Bang juga menjelaskan bahwa alam semesta memiliki siklus yang berulang. Pada suatu titik, alam semesta akan berhenti mengembang dan malah menyusut. Semua akan ditarik dan menyisakan lubang hitam besar. Inilah yang disebut dengan Big Crunch, yang merupakan kelanjutan teori dari Big Bang. Menurut teori Big Crunch, alam semesta tidak akan mengalami akhir karena ia membentuk sebuah siklus. Ia akan meledak, mengembang, menyusut, lalu menghilang dan terus menerus seperti itu. Dalam kata lain, alam semesta akan bereinkarnasi.

https://www.kompasiana.com/regitacahyamhrn/59ad235982386a04970e5784/big-bang-teori-yang-menjelaskan-terbentuknya-alam-semesta-dan-memprediksi-akhir-alam-semesta


Harus diingat pula yang namanya ledakan itu biasanya untuk menghancurkan bukan untuk menciptakan. 

Jumat, 04 Januari 2019

Arah kiblat

Di bumi datar ada istilah menghadap kiblat dan membelakangi kiblat, sedangkan dibumi bola istilah itu tidak akan ada,
Daerah yang berada di kiri kanan belakang bumi bola dari ka'bah tidak akan bisa menghadap kiblat



Dibumi datar daerah yang lebih tinggi dari ka'bah atau daerah yang lebih rendah dari ka'bah tetep bisa menghadap kiblat,



struktur alam semesta

Bentuk alam semesta dibumi datar mudah disesuaikan dengan apa yang di beritakan oleh Alquran, hadist, qaul ulama, sementara alam...